JAKARTA – Wakil Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (HAM PBB) Muhammadou M.O Kah menekankan pentingnya komitmen kerukunan beragama di dalam masyarakat. Tantangan meneguhkan koeksistensi sering kali sulit karena adanya ideologi yang mengancam kemajemukan.
“Krisis dan kesulitan di berbagai dunia, geopolitik terus bergeser dan melemahnya nurani dan kemanusiaan kita menuntut kita semua berdiri untuk hak asasi manusia dan martabat manusia,” kata Muhammadou dalam Konferensi Literasi Keagamaan Lintas Budaya yang diadakan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI bersama Institut Leimena, Selasa (14/11/2023).
Muhammadou mengusulkan beberapa hal untuk meneguhkan komitmen kerukunan agama yaitu penguatan kerangka pendidikan, forum dialog, reformasi hukum, pelibatan masyarakat, teknologi digital, kecerdasan buatan untuk toleransi dan kebaikan, menjaga kelompok rentan, dan respon cepat kepada kejahatan-kejahatan berdasarkan kebencian.
BACA JUGA:

PBB: Bantuan ke Gaza Terancam Dihentikan dalam 48 Jam karena Kekurangan Bahan Bakar
“Negara hukum membutuhkan dukungan yang memadai, kesiapsiagaan dan kapasitas, kecakapan termasuk literasi keagamaan lintas budaya, partisipasi pemuda dan perempuan,” ujarnya.
Muhammadou menjelaskan agama seharusnya menjadi inspirasi dan kekuatan untuk mempersatukan sesama dalam kemanusiaan. Peran pemerintah yang berinteg...