Loading

Top News: Produsen EV Tinggalkan Nikel, BEI Cabut Notasi Bank Mayapada

Article Adcode

Dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap nikel, produsen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sedang aktif mencari alternatif bahan baku untuk merancang baterai tanpa menggunakan bahan tersebut.

Minat produsen kendaraan listrik meningkat seiring melambungnya harga nikel, mengingat perannya yang krusial dalam teknologi baterai saat ini.

Pencarian solusi alternatif kian mendesak, terutama setelah meletusnya perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan kenaikan harga nikel semakin parah.

Upaya pembuat kendaraan listrik untuk mencari bahan baku alternatif dari nikel menjadi salah satu artikel terpopuler. Selain itu, ketahui juga artikel lain dalam Top News Katadata.co.id, seperti nama pengusaha Prajogo Pangestu yang menghilang dari daftar 25 pengusaha terkaya dunia.

Berikut Top News Katadata.co.id:

1. Ramai Produsen Kendaraan Listrik Tinggalkan Nikel, Apa Alternatifnya?

Nikel tidak menjadi satu-satunya komponen yang dibutuhkan dalam membuat baterai kendaraan listrik. Saat ini, produsen kendaraan listrik telah mencari cara alternatif untuk memproduksi baterai tanpa nikel.

Pencarian alternatif produksi kendaraan listrik tanpa baterai semakin menguat setelah harga nikel melambung tinggi mengingat perannya sebagai bahan inti dalam teknologi baterai kendaraan listrik. Kenaikan harga itu semakin parah saat terjadi perang Rusia-Ukraina.

Menurut data Bank Dunia, harga nikel mencapai puncaknya sebesar US$ 33.924 per ton pada Maret 2022. Angka tersebut naik 206% dibandingkan Maret 2021 sebesar US$ 16.406 per ton. Harga nikel kemudian turun namun tetap berada di level US$ 28.946 per ton pada Desember 2022.

Sejumlah produsen kendaraan listrik raksasa mulai meninggalkan Nikel...