
Kondisi PJU di sepanjang jalan raya pantura dalam kondisi padam. (Foto: Syamsuri/Suara Indonesia)
SUARA INDONESIA, SITUBONDO - Dinas Perhubungan (Dishub) Situbondo, Jawa Timur, dari tahun ke tahun terus berupaya memperluas jaringan penerangan jalan umum (PJU) demi melayani aktivitas warga setempat.
Namun, dari pemasangan PJU yang dilakukan oleh Pemkab Situbondo, mulai dari jalan desa hingga kecamatan, masih ada saja orang yang jahil. Mereka merusak dan mencongkel KWH meter.
Bupati Situbondo Karna Suswandi, sempat melihat langsung bekas congkelan kotak KWH meter di Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan. Dia pun menyayangkan aksi vandalisme itu.
"Padahal pemasangan PJU ini sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan. Ketika lampu penerangan jalan umum ini padam, dampaknya sangat luas terhadap keamanan masyarakat di jalan," ungkapnya.
Bupati yang akrab disapa Bung Karna ini mengaku, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, dirinya langsung turun ke lokasi untuk mengecek KWH meter PJU yang dicongkel oleh orang tak dikenal, sehingga membuat PJU di sepanjang jalan Kapongan dan Desa Seletreng itu mati.
"Saya itu bingung, apa karena suka gelap, atau karena alasan lainnya. Saya juga tidak tahu," herannya.
Menurutnya, pemasangan PJU itu sangat penting, karena bermanfaat dan dibutuhkan. Sehingga, setiap tahun pemkab