Istanbul, Turki —
Turki bergabung dengan Bulgaria dan Rumania untuk membersihkan ranjau dari Laut Hitam, melancarkan upaya Ukraina untuk mengekspor gandum ke pasar dunia. Turki juga menolak seruan untuk mengizinkan kapal-kapal pembersih ranjau milik NATO.
Pada bulan ini, Turki, Bulgaria, dan Rumania menandatangani perjanjian di Istanbul, untuk membersihkan ranjau di Laut Hitam akibat perang Ukraina.
Dengan banyaknya kapal kargo yang terkena dampaknya, ranjau menjadi ancaman yang semakin besar terhadap salah satu jalur perairan terpenting di dunia, untuk mengekspor biji-bijian dan energi.
Mantan perwira angkatan laut Turki yang kini menjadi analis pertahanan Tayfun Ozberk mengatakan, “Kapal dagang tidak bisa mendeteksi ranjau, karena ranjau setengah terendam di dalam air, dan jika terdeteksi, mungkin akan terlambat bagi mereka untuk menyelamatkan diri.”
Para analis mengatakan...

2 tahun yg lalu




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4605881/original/078388300_1696940944-20231010-Ganjil_Genap_Motor-ANG_2.jpg)


