Bisnis.com, JAKARTA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih terus melakukan pengkajian atas penerapan tarif premi asuransi bagi kendaraan listrik.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengatakan regulator menyadari nilai pertanggungan kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan konvensional.
“Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah nilai pertanggungan dari kendaraan listrik sebagian besar dari komponen baterai,” kata Ogi dalam jawaban tertulisnya, dikutip Minggu (14/1/2024).
Ogi mengatakan penentuan total loss bagi kendaraan listrik juga menjadi dasar pertimbangan asuransi kendaraan listrik, mengingat komponen baterai memiliki umur atau masa manfaat. Kendati demikian, Ogi tidak merinci detail target waktu peluncuran aturan khusus terkait dengan asuransi kendaraan listrik tersebut.
Adapun, sejauh ini sejumlah pemain asuransi telah memberikan perlindungan kendaraan listrik, tetapi masih menggunakan aturan konvensional. Sebab, saat ini belum ada aturan khusus mengenai asuransi kendaraan listrik di Indonesia.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sebelumnya berharap draft regulasi kendaraan listrik bisa meluncur pada 2023. Namun sampai Desember 2023 masih belum selesai, dan asosiasi masih terus mengembangkannya untuk diajukan ke OJK.
Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwiyanto mengungkap kendala yang terjadi yakni data yang diperlukan untuk penyusunan draft tersebut masih sangat terbatas. Dia pun berharap tahun ini draft tersebut segera meluncur.
“Semoga ini dapat terwujud segera pada tahun depan [2024],” kata Bern saat dihubungi Bisnis, Selasa (5/12/2023).
Bern menyebut ada beberapa hal mengenai asuransi kendaraan listrik yang menjadi perhatian, salah satunya adalah tarif premi asuransi kendaraan listrik. Dia mengatakan kemungkinan tarif premi asuransi kendaraan listrik akan lebih mahal dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Hal tersebut lantaran risiko yang ditanggung perusahaan asuransi akan berbeda dengan kendaraan konvensional.
Teknologi kendaraan listrik juga lebih kompleks, serta harganya lebih mahal. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan berapa tarif preminya nanti.
“Kira-kiranya belum tau, karena masih perlu kaj...

2 tahun yg lalu

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4605881/original/078388300_1696940944-20231010-Ganjil_Genap_Motor-ANG_2.jpg)


