Jakarta -
Mengkonsumsi konten kampanye politik, tak bisa dilepaskan dari konteks yang menyertai. Konteks berupa aspek ruang maupun waktu, melekat erat pada konten yang disajikan di hadapan khalayak. Karenanya, setiap zaman punya konteks kampanye tertentu, dan setiap konteks kampanye punya zamannya sendiri. Ini juga yang merupakan kelaziman dasar dalam berbagai aktivitas komunikasi: konten tak hadir di ruang yang kosong.
Realitas peran konteks--ruang dan waktu--dalam kampanye politik, terasa hadirnya di negara-negara demokratis. Suara rakyat dihargai saat menentukan masa depan bangsanya. Ini antara lain, terjadi lewat pemilu. Penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil, memanifestasikan suara rakyat sebagai pilihan pada kandidat. Kandidat pemenang jadi representasi suara rakyat. Karenanya, sebelum penentuan final pemenang, kandidat berstrategi mematut dirinya lewat kampanye. Kampanye jadi ajang menjaring dan merespon pemilik hak suara. Seluruhnya melahirkan dialektika.
Hal yang direncanakan kandidat, berhadapan dengan kehendak pemilik hak suara. Seluruhnya diwacanakan untuk bertemu di titik terdekat. Tampak fenomenanya sesederhana itu, namun realitasnya tak demikian. Pada kandididat di semua tingkat pemilihan, presiden, gubernur, walikota, lembaga legislatif, lembaga perwakilan daerah, menghadapi kerumitan saat hendak memuaskan pemilik hak suara.
Konteks yang dikaitkan dengan peran waktu, ditunjukkan secara kronologis dalam sejarah kampanye di Amerika Serikat. Imperative.io,2020, dalam uraiannya menyangkut kampanye politik di Amerika, berjudul 'The History of Political Communication: In Pursuit of Voter Trust' merunut perubahan yang terjadi. Pilihan medium kampanye, tak lepas dari perkembangan medium komunikasi yang lazim digunakan khalayak. Medium kampanye politik identik dengan medium komunikasi pilihan khalayak.
Di tahun 1800an, saat komunikasi personal jadi modus yang mengemuka, para kandididat mendatangi para pemilik hak suara, untuk berdialog. Tatap muka interaktif jadi modus kampanye politik. Terjadi pertukaran gagasan, konfirmasi integritas, hingga rencana program yang hendak dilaksanakan kandidat, jika terpilih sebagai pemenang. Memasuki era tahun 1900an, radio sangat akrab digunakan sebagai sumber informasi, sekaligus membentuk kepercayaan khalayak. Calon Presiden Franklin Delano Roos...

2 tahun yg lalu





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4605881/original/078388300_1696940944-20231010-Ganjil_Genap_Motor-ANG_2.jpg)


