Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas hari ini, Senin (15/1/2024) masih mendapat angin segar dari proyeksi penurunan suku bunga Federal Reserve dan berpeluang melanjutkan penguatan.
Harga emas spot (XAUUSD) naik US$3,67 sepanjang pekan lalu ke US$2.049,01 per troy ons. Menurut laporan Monex Investindo Futures, kenaikan harga emas merespons serangkaian data dari Amerika Serikat (AS).
"Meski naik tipis, tetapi harga emas bergerak cukup volatil di kisaran US$2.013-US$ 2.062 per troy ons," papar Monex.
Data inflasi (consumer price index/CPI) AS paling berpengaruh ke pergerakan harga emas. Inflasi dilaporkan tumbuh 3,4% year-on-year (YoY) pada Desember 2023, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan proyeksi 3,1%.
Namun, CPI inti yang tidak memasukkan sektor energi dan makanan dalam perhitungan dilaporkan 3,9% sesuai dengan proyeksi konsensus dan lebih rendah dari bulan sebelumnya 4%.
Inflasi inti menggambarkan harga produk yang lebih persisten atau sulit naik turun sehingga lebih berpengaruh ketimbang inflasi headline. Rilis tersebut mempengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral AS (The Fed).
Hal yang sama juga terjadi pada inflasi produsen (producer price index/PPI), di mana PPI headline mengalami kenaikan sementara PPI inti menurun.
Setelah rilis kedua data tersebut, pelaku pasar masih optimistis The Fed akan memangkas suku bunga pada Maret 2024 nanti dengan probabilitas sebesar 74%, berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group.
"Hal tersebut masih akan menjadi sentimen positif bagi emas pada perdagangan Senin (15/1/2024)," imbuh Monex.
Dari ...

2 tahun yg lalu





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4605881/original/078388300_1696940944-20231010-Ganjil_Genap_Motor-ANG_2.jpg)


