2 tahun yg lalu

Aliran Suap SAP Jerman Mengalir ke Pejabat hingga Petinggi BUMN

Bisnis.com, JAKARTA – Kasus suap lintas negara (foreign bribery) yang diduga melibatkan perusahaan software asal Jerman, SAP, kepada pejabat pemerintahan hingga perusahaan pelat merah menjadi perhatian publik pada awal 2024. 

Kasus tersebut terungkap dari dokumen otoritas penegak hukum di Amerika Serikat (AS). Sejatinya, dokumen dari Departemen Kehakiman AS dan Security  tidak hanya menyeret pejabat di Indonesia, tetapi juga Afrika Selatan serta Azerbaijan.

Adapun berdasarkan dokumen pengadilan Distrik Timur Virginia yang menyidangkan kasus tersebut, ada pejabat di dua instansi Indonesia yang menerima suap dari SAP sekitar 2015-2018. Mereka berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), sekarang Bakti Kominfo. 

SAP "didakwa" memberikan suap dalam bentuk uang, fasilitas perjalanan ke luar negeri dan barang mewah ke dua instansi tersebut. Suap itu merupakan imbalan agar SAP memperoleh kontrak dengan KKP maupun Bakti. 

Secara terperinci, melalui perantara di antaranya pihak SAP Indonesia, suap yang diberikan kepada pejabat KKP meliputi uang sekitar Rp50 juta hingga Rp70 juta. 

Sementara itu, suap kepada pejabat Bakti disebut berkaitan dengan kontrak pengadaan barang (software) dan jasa. Pejabat Bakti dimaksud disebut menerima fasilitas perjalanan ke luar negeri ke AS bersama anggota keluarganya; barang mewah seperti tas, gantungan kunci dan lain-lain hingga jam mewah. 

Adapun otoritas bursa AS atau SEC mengungkap dugaan yang hampir sama dalam sebuah dokumen terkait dengan penyidikan dugaan pelanggaran unda...

Baca Seluruh Artikel

© Tunggik InBefore Theme 2026. Semua hak dilindungi undang-undang