Jakarta, CNN Indonesia --
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menghadiri sosialisasi program Pelayanan dan Edukasi Terpadu Pelajar Kota Semarang (Piterpan) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang, Kamis (16/11).
Gerakan ini diikuti hampir 1.000 pelajar tingkat SMA/MAN dan sederajat dari SMAN 1, SMK 3, 4, 7, SMA Islam Sultan Agung, MA Al Qoiriah, serta SMK Kristen Gergaji. Rangkaian program ini terus digencarkan sebagai upaya terwujudnya generasi emas 2045.
Guna mempermudah mencapai tujuan itu, Ita sapaan akrabnya mengajak para pelajar di Kota Semarang mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang sesuai konsep 'Isi Piringku', yakni 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pemenuhan gizi seimbang ini, para pemuda diharapkan dapat tumbuh optimal menjadi generasi hebat yang akan melahirkan generasi penerus dan menyongsong generasi emas yang sehat, cerdas dan bebas dari stunting.
"Hari ini kami bersama ribuan anak-anak pelajar dari SMA/SMK di Kota Semarang mensosialisasikan program Piterpan dan mengajak mereka memenuhi gizi harian dengan Isi Piringku," kata Ita.
Isi Piringku merupakan pedoman yang disusun oleh Kementerian Kesehatan guna mengkampanyekan konsumsi makanan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang.
"Tadi saya tes apakah ada yang tahu Isi Piringku. Ternyata anak-anak paham betul bahwa makanan yang sehat akan berdampak pada tumbuh kembang baik sang anak," katanya.
Selain itu, Ita juga menyentil tentang kebiasaan remaja saat ini yang lebih menyukai makanan instan atau junk food dan kurang makan sayur serta buah dalam keseharian.
"Boleh makan junk food atau mie instan, tapi jangan setiap hari. Yang instan itu tidak baik," ujarnya.
Ita menyebut, kecenderungan anak-anak sekarang menyukai makanan yang praktis atau instan, makanan siap saji. Padahal dalam konsep "Isi Piringku" juga menekankan untuk membatasi gula, garam, dan lemak dalam konsumsi sehari-hari.
Menurut dia, hal ini yang menjadi fokus Pemkot Semarang dalam memberi edukasi gaya hidup atau lifestyle yang benar untuk anak-anak muda.
Generasi muda, lanjutnya, khususnya remaja putri sedari sekarang harus lebih memperhatikan m...

2 tahun yg lalu
