2 tahun yg lalu

Update Gencatan Senjata di Gaza: Hamas Bebaskan 17 Sandera, Israel Lepas 39 Tahanan Palestina

Liputan6.com, Tel Aviv - Israel mulai membebaskan 39 tahanan Palestina pada Minggu 26 November 2023, setelah Hamas membebaskan 13 warga Israel dan empat warga asing --total 17 sandera-- dalam pertukaran putaran kedua berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, kata militer Israel, setelah kelompok militan tersebut awalnya menunda pertukaran selama beberapa jam dan mengklaim bahwa Israel telah melanggar ketentuan perjanjian gencatan senjata.

Sebuah bus yang membawa hampir tiga lusin tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel telah tiba di Tepi Barat.

Ratusan orang menyambut bus Komite Internasional Palang Merah saat tiba di Al Bireh. Massa meneriakkan "Tuhan Maha Besar" ketika bus tiba, dan beberapa pemuda berdiri di atap kendaraan. Banyak di antara massa yang mengibarkan bendera Hamas dan meneriakkan slogan-slogan pro-Hamas.

Pembebasan ini merupakan gelombang kedua tahanan yang dibebaskan sebagai bagian dari gencatan senjata empat hari antara Israel dan Hamas.​

Mengutip Associated Press, Minggu (26/11/2023), mliter Israel diketahui mengatakan para sandera yang dibebaskan, termasuk empat warga Thailand, telah dipindahkan ke Israel. Mereka dibawa ke rumah sakit untuk observasi dan dipertemukan kembali dengan keluarga mereka.

Hamas kemudian diketahui merilis sebuah video yang menunjukkan para sandera tampak terguncang namun sebagian besar dalam kondisi fisik yang baik ketika militan bertopeng membawa mereka ke kendaraan Palang Merah menuju keluar Gaza. Beberapa sandera melambaikan tangan kepada para militan saat mereka keluar dari daerah kantong yang terkepung.

Nurhan Awad menerima sambutan bak pahlawan dari ratusan orang di kamp pengungsi Qalandia dekat Yerusalem ketika dia tiba tak lama setelah pembebasannya. Wanita tersebut berusia 17 tahun pada tahun 2016 ketika dia dijatuhi hukuman 13 1/2 tahun penjara karena mencoba menikam seorang tentara Israel dengan gunting.

Wanita Palestina lain yang dibebaskan, Shurouq Duwiyat, tiba di rumahnya di Yerusalem dan anggota keluarganya dengan gembira memeluk dan menciumnya.

Baca Seluruh Artikel