Foto: Sebuah video yang di unggah melalui instagram menampilkan Militer Israel menyerang area sekitar RS Indonesia di Gaza. Imbas gempuran tersebut, hingga kini 12 orang dilaporkan tewas. (Tangkapan Layar Instagram @eye.on.palestine)
Jakarta, CNBC Indonesia - Israel telah menggempur Jalur Gaza selama 45 hari berturut-turut sejak 7 Oktober 2023. Akibatnya, wilayah kantong Palestina yang terkepung itu terus menghadapi bencana kemanusiaan yang semakin besar.
Berikut update terkait situasi panas di Jalur Gaza, Tepi Barat (West Bank) dan wilayah lainnya, seperti dikutip oleh CNBC Indonesia dari berbagai sumber pada Senin (20/11/2023).
Korban Jiwa Terus Bertambah
Kementerian Kesehatan Palestina dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mencatat setidaknya ada 13.000 korban tewas, termasuk 5.500 anak-anak dan 3.500 wanita.
Korban luka-luka mencapai 30.000 orang, dengan sekitar 75% di antaranya adalah anak-anak dan perempuan. Setidaknya 6.000 warga dilaporkan hilang di Gaza.
Sementara di Tepi Barat, tercatat 215 orang tewas, termasuk 50. Lebih dari 2.750 luka-luka.
Di Israel, pada 10 November, para pejabat merevisi jumlah korban tewas dari 1.405 menjadi sekitar 1.200 orang.
Setidaknya, total 48 jurnalis telah terbunuh sejak perang Israel-Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023. Menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan Federasi Jurnalis Internasional (IFJ), sebanyak 43 jurnalis Palestina, empat jurnalis Israel dan satu jurnalis Lebanon telah terbunuh.
5.500 Nyawa Anak-Anak di Gaza Hilang
Hari Anak Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 20 November, menjadi kelam di Gaza. Pasalnya, sejak 7 Oktober, serangan Israel telah ...

2 tahun yg lalu




