Muhammad Mansur, sudah 30 tahun mendedikasikan dirinya untuk menjaga dan merawat ekosistem di pesisir Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Masih segar di ingatannya ketika dirinya mengetahui terumbu karang di pesisir Desa Tanjung Limau rusak akibat bom ikan, potasium dan sejenisnya. Karena itu, pada 2009 Mansur bersama nelayan lainnya membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Bina Lestari.
Pokmaswas Bina Lestari yang kini mempunyai anggota 30 orang ini menjadi garda terdepan menjaga dan merawat daerah pesisir di Kecamatan Muara Badak.
Kegigihan dari Pokmaswas Bina Lestari didukung oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) pada 2019. PHSS memberikan dukungan berupa program rehabilitasi terumbu karang, konservasi mangrove, hingga wisata bahari pesisir melalui Program Jaga Pesisir Kita.
Manager PHSS Field Widhiarto Imam Subarkah mengatakan, setelah mengkaji dan meninjau langsung kawasan, pada 2019 PHSS juga memberikan bantuan berupa jaket pelampung baik untuk kapal pengawas dan wisatawan.

2 tahun yg lalu




