Liputan6.com, Jakarta - Toyota Rush hilang dari situs resmi UMW Toyota Motor Toyota Malaysia. Diduga kuat SUV 7-seater ini telah diskontinu untuk pasar Negeri Jiran.
Berarti Toyota Rush mengikuti langkah Honda Malaysia yang duluan menghentikan eksistensi BR-V. Bahkan generasi kedua tak sempat dijual. Kiprahnya dilanjutkan oleh Honda WR-V yang notabene versi pendeknya.
Apakah ini karena penjualan SUV 7-seater sekelas Low SUV kurang moncer di sana? Mungkin sekali. Tapi bagi konsumen Malaysia yang masih ingin Toyota Rush, bisa beralih ke saudara yaitu Perodua Aruz. Masih diproduksi dan dijual.
Atau apakah pertanda kemunculan generasi terbaru Rush? Bisa saja dan itu pastinya sedang dinanti konsumen Indonesia juga.
Karena generasi sekarang masih memakai basis Avanza-Xenia lawas berupa sasis unibody dan penggerak roda belakang (RWD). Sedangkan duo mobil sejuta umat itu sudah beralih ke sasis monokok berpenggerak roda depan (FWD).
Nah, generasi baru Toyota Rush tentu sebuah keniscayaan. Sebab basisnya sudah ada. Paling mungkin memakai DNGA (Daihatsu New Global Architecture) yang dipakai All New Avanza-Xenia, All New Vios dan Yaris Cross.
Mereka juga saling berbagi powertrain sama. Mesin 2NR-VE 4-silinder 1,5-liter yang dibuat melintang dipasangkan transmisi CVT maupun manual 5-speed. Paling masuk akal dibayangkan, anggap saja jadi versi 7-seater dari Yaris Cross.
Tapi sepertinya masih lama. Karena Daihatsu Terios baru saja disegarkan tahun lalu. Isu diskontinu sempat ramai ketika saudaranya diperbarui, sementara Rush tidak. Tapi hal itu ditampik pihak Toyota Astra Motor karena penjualannya masih sangat bagus.
"Saya tidak membenarkan isu yang beredar. Rush masih dijual dan kami puas dengan tawaran yang kami berikan saat ini. Menurut saya, tidak ada masalah dengan perbedaan (produk Rush dan Terios), karena masing-masing punya strategi sendiri. Walau pabrik kita sama," bantah Anton Jimmi Suwandy, Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM), (13/6/2023).
* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 tahun yg lalu
