Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat saat berbicara pada pertemuan tahunan Klub Diskusi Valdai di resor Laut Hitam Sochi, Rusia, Kamis, 5 Oktober 2023. (AP/Grigory Sysoyev)
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan pernyataan tak biasa saat berbicara tentang masalah LGBTQ (lesbian, gay, bisexual, transgender, queer) setelah sikap kerasnya terhadap isu tersebut baru-baru ini.
Menurut Putin, anggota komunitas LGBTQ dan budayanya adalah bagian dari masyarakat modern dan tidak boleh dilarang untuk diwakili di acara atau kontes budaya. Pada saat yang sama, imbuhnya, tema-tema seperti itu tidak boleh menjadi kriteria wajib untuk memenangkan kontes tersebut, seperti yang terjadi di negara-negara Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin pada saat ia berbicara di Forum Kebudayaan Internasional ke-9 di St. Petersburg, Jumat (17/11/2023).
Putin ditanya oleh Emir Kusturica, sutradara dan penulis skenario film ikonik Serbia, tentang pendapatnya tentang topik LGBTQ yang menjadi persyaratan wajib untuk memenangkan kontes film tertentu di Barat.
"Ya, memang benar, kami melihat bahwa di berbagai kompetisi di negara-negara Barat, untuk memenangkan sesuatu, Anda perlu menceritakan, menulis, atau menunjukkan kehidupan seksual minoritas, transgender, dan transformator - banyak nama berbeda untuk mereka," kata Putin, dilansir Russia Today.
Putin pun menekankan bahwa "kesetaraan" harus menjadi prinsip universal, termasuk dalam kontes budaya.
Pada Juli lalu, Putin menekan Undang-undang (UU) anti perubahan kelamin. Hal ini menargetkan kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di ne...

2 tahun yg lalu




