Untuk ketiga kalinya dalam dua hari terakhir, pasukan penjajah Israel menyerbu kompeks Rumah Sakit Al-Shifa di Jalur Gaza, Kamis (16/11) malam waktu setempat atau Jumat (17/11) dini hari waktu Indonesia. Para tentara itu juga menyandera lebih dari lima ribu orang di dalamnya, termasuk pasien, perawat, dokter, staf rumah sakit, hingga pengungsi.
Dilansir media Palestina, Wafa, insiden ini terjadi saat ratusan tentara Israel tiba-tiba menyerbu fasilitas medis di rumah sakit terbesar di Jalur Gaza itu. Peristiwa ini terjadi tepat di hari ke delapan pengepungan militer di sana.
Staf rumah sakit Al-Shifa memohon dengan putus asa kepada Palang Merah Internasional dan organisasi global lainnya untuk meminta perlindungan. Saat ini kondisi di dalam rumah sakit sangat buruk dan mengenaskan setelah akses terhadap air, listrik, dan makanan diputus oleh Israel.
Tak hanya itu, pasukan penjajah juga menembaki siapa pun yang bergerak di dalam rumah sakit. Salah satu anak berusia 12 tahun yang jadi sandera terluka setelah ditembak kakinya karena mencoba berpindah lokasi.

2 tahun yg lalu




