2 tahun yg lalu

Serang Kapal Tanker Inggris, AS Pukul Balik Milisi Houthi

Jakarta -

Pasukan gabungan Amerika Serikat dan Inggris menyerang sebuah rudal anti-kapal milik Milisi Houthi di Yaman yang siap ditembakkan pada Sabtu (27/1). Serangan dilayangkan setelah milisi yang didukung Iran tersebut menyerang kapal tanker Inggris di Teluk Aden.

"Pasukan menyerang dan menghancurkan rudal tersebut untuk membela diri," ucap Komando Pusat Militer AS (Centcom) dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X, dulu bernama Twitter, dilansir dari South China Morning Post, Sabtu (27/1/2024),

Kapal Tanker asal Inggris yang diserang itu diketahui bernama Marlin Luanda dan dioperasikan oleh Trafigura Group, sebuah perusahaan perkapalan Singapura. Kapal diserang pada Jumat malam (26/1), informasi ini dibenarkan oleh Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree

"Serangan langsung mengenai sasaran dan mengakibatkan kapal terbakar," tegasnya.

Centcom pun mengonfirmasi serangan tersebut dan menjelaskan bahwa kapal sempat mengeluarkan panggilan darurat dan melaporkan kerusakan. Satu kapal milik AS, USS Carney (DDG 64) dan kapal koalisi lainnya langsung merespons dan memberikan bantuan. Untungnya, tidak ada korban jiwa dan korban cedera imbas serangan tersebut.

Trafigura Group pun menjelaskan Marlin Luanda sendiri diketahui membawa naphtha, sebuah produk yang digunakan untuk membuat plastik dan bensin, yang berasal dari Rusia.

Adapun sebelumnya pada Jumat (26/1), satu kapal tempur AS yakni USS Carney juga ditembak oleh Milisi Houthi. Namun rudal itu berhasil ditembak jatuh oleh USS Carney. Centcom mencatat mengatakan tidak ada korban luka maupun kerusakan parah imbas peristiwa itu.

Sebagai informasi, Milisi Houthi diketahui memang menargetkan berbagai perusahaan perkapalan global sejak November 2023. Serangan dilakukan untuk menekan Israel yang d...

Baca Seluruh Artikel