2 tahun yg lalu

Salah Satu Personel yang Gugur dari Insiden Super Tucano Ternyata Bukan Penerbang Tempur

https: img.okezone.com content 2023 11 17 337 2922390 salah-satu-personel-yang-gugur-dari-insiden-super-tucano-ternyata-bukan-penerbang-tempur-l2NzhSuADG.jpg Salah satu korban insiden pesawat Super Tucano bukan pilot tempur/Foto: Muhammad Farhan

JAKARTA - TNI Angkatan Udara (AU) menyampaikan salah satu personel yang gugur dari insiden kecelakaan pesawat tempur Super Tucano di Pasuruan, Jawa Timur, bukan merupakan penerbang tempur.

TNI AU menjelaskan alasan diikutkannya Marsekal Pertama Anumerta Widiono sebagai backseater pesawat tempur Super Tucano dengan nomor ekor TT-3111, untuk menjajaki operasi tempur.

 BACA JUGA:

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama R Agung Sasongkojati saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma pada Jumat sore (17/11/2023).

"Terkadang memang kita mengikutkan daripada personil penerbang non tempur, untuk mengetahui bagaimana operasional kita (dalam operasi tempur)," ujar Agung.

 BACA JUGA:

Agung menjelaskan, anggota penerbang TNI AU non tempur, selalu dilibatkan dalam latihan pesawat tempur yang tidak rumit dan berbahaya, agar dapat memberikan dukungan dalam setiap operasi militer yang dibutuhkan.

"Mereka (penerbang TNI AU non tempur) adalah pendukung kita, diharapkan kita mendapat dukungan lebih besar jika mereka tahu bagaimana terbang itu. Jadi mereka dilibatkan dalam latihan yang tidak terlalu berbahaya seperti formasi," jelas Agung.

Agung mengatakan, pelibatan penerbang TNI AU non tempur ini diharapkan dapat membagi pengalamannya dengan personel lainnya guna menambah wawasan penerbang TNI AU lainnya.

"Dan mereka bisa bercerita bagaimana pengalaman terbang dalam latihan operasi pesawat tempur seperti itu," tutur Agung.

Follow Berita Okezone di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua ...

Baca Seluruh Artikel