TAHUN 2023 telah melintas dengan berbagai peristiwa dan dinamika di dunia pendidikan. Namun, seiring pergantian tahun, sejumlah agenda dan permasalahan masih menyisakan tantangan yang mendalam bagi sektor pendidikan Indonesia. Tidak hanya catatan sejarah, tahun lalu meninggalkan warisan berupa pekerjaan rumah (PR) yang memerlukan penyelesaian komprehensif.
PR tersebut menjadi sorotan utama bagi berbagai pihak yang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa, termasuk pemerintah pusat dan daerah, kepala sekolah, guru, orangtua, dan masyarakat. Apa saja PR yang masih mengintai dan membutuhkan solusi bersama dalam menghadapi kompleksitas dunia pendidikan Indonesia di tahun-tahun mendatang?
Resolusi 2024
Paling tidak terdapat dua permasalahan serius yang menjadi sumber kekhawatiran dalam sektor pendidikan di Indonesia, sebagaimana diungkapkan dalam refleksi akhir tahun Dody Wibowo (DW) pada 11 Desember 2023 dan Syamsir Alam (SA) pada 18 Desember 2023. Permasalahan tersebut mencakup isu kekerasan di lingkungan pendidikan Indonesia dan isu mutu guru.
Dalam refleksinya, DW mencatat banyak kasus kekerasan di berbagai tingkatan pendidikan, mulai SD/MI hingga SMA/SMK/MA, sepanjang 2023. Kekerasan tidak hanya terjadi antara sesama siswa, tetapi juga melibatkan guru, dan bahkan orangtua. Sebagai akibatnya, lingkungan sekolah tidak lagi aman dan nyaman untuk siswa belajar. Penyelesaian terhadap kasus kekerasan sering kali terbatas pada pelibatan pelaku dan korban, tanpa melibatkan peran orang dewasa, khususnya guru, sebagai penanggung jawab utama terhadap terjadinya kekerasan di lingkungan pendidikan.
Di sisi lain, SA menekankan permasalahan rendahnya mutu akademik guru yang masih menjadi tantangan. Hasil survei PISA 2022 yang dirilis pada Desember 2023 menunjukkan penurunan kinerja siswa Indonesia dalam matematika, membaca, dan sains. Penurunan itu sangat terkait dengan kurikulum dan metode pembelajaran dalam sistem pendidikan Indonesia yang memerlukan evaluasi mendalam. SA menyoroti perlunya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan melibatkan guru, dan menerapkan metode yang mendukung pemahaman konsep melalui berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS).
Resolusi pendidikan berdasarkan refleksi akhir tahun melibatkan beberapa aspek. Pertama, perlu meningkatkan kom...




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4727555/original/014123600_1706292533-Seminar_Nasional_KMNU_2024.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1199395/original/041290800_1460366478-black_hole.jpg)
