2 tahun yg lalu

Relawan Ganjar beri pelatihan buat foto produk untuk UKM

Mereka bisa terus berlatih setelah kembali ke rumah dan menekuni usaha mereka masing-masing.

Jakarta (ANTARA) - Relawan KawanJuang GP memberikan pelatihan membuat dan mengunggah foto produk di sosial media bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar produknya menarik dan bisa dijual hanya dengan menggunakan telepon seluler.

Ahli media sosial Shalfi Andri menyampaikan pentingnya mengunggah produk di medsos yang bisa mendongkrak penjualan. Namun, semua materi yang akan disebarluaskan harus terencana dengan baik.

"Saya harapkan semua peserta fokus dan berkonsentrasi pada media sosial yang dipilihnya. Dengan cara seperti inilah dampak positif dari media sosial akan bisa dirasakan," kata Shalfi Andri dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Shalfi mengatakan bahwa pelatihan itu tidak seperti sebelumnya karena para peserta datang dengan membawa produknya masing-masing sebagai objek fotografi, mulai dari makanan, minuman, pakaian, hingga mobil.

Ia mencontohkan ada peserta yang membawa mobil sebagai objek foto karena memang memiliki usaha sewa mobil.

"Mentor kami, Nathan dan Alfa, tadi membantu peserta untuk bisa membuat foto mobil yang dibawanya menjadi lebih menarik jika ditampilkan di media sosial," ujarnya.

Sementara itu, fotografer Henry Wijaya memberikan materi mengenai tip mudah memotret dengan menggunakan telepon seluler.

Menurut Henry, kekuatan foto tergantung pada pencahayaan yang bisa diatasi dengan menggunakan peralatan sederhana, seperti sinar matahari, cermin, dan lampu.

Rita, peserta pelatihan, mengatakan bahwa peserta didampingi oleh mentor mempraktikkan secara langsung dengan menggunakan ponsel mereka masing-masing.

"Jadi, mereka bisa terus berlatih setelah kembali ke rumah dan menekuni usaha mereka masing-masing," kata Rita yang merupakan salah satu pemilik UKM di Bogor.

Rita yang juga koordinator acara tersebut menjelaskan jumlah peserta terpaksa dibatasi meskipun peminat sangat banyak, yaitu lebih dari 50 peserta masuk dalam daftar tunggu, karena sudah melebihi kuota dari panitia.

"Mereka berpesan jika ada peserta yang terdaftar tetapi mengundurkan diri, mereka siap untuk menggantikannya," kata Rita.

Salah satu peserta bernama Heni menceritakan bahwa peserta didampingi mentor memotret produk UKM dengan menggunakan telepon seluler mereka masing-masing.

Peserta diminta untuk meletakkan pr...

Baca Seluruh Artikel