Gaza – Israel dan Hamas telah menyetujui gencatan senjata selama empat hari yang dimediasi oleh Qatar yang akan membebaskan 50 perempuan dan anak-anak yang ditawan di Gaza dengan imbalan 150 perempuan dan anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Kesepakatan itu diumumkan pada hari Rabu dan waktu mulainya diperkirakan akan dikonfirmasi dalam 24 jam ke depan, menurut pernyataan dari Qatar.
Perjanjian tersebut juga mencakup bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat Gaza setelah berminggu-minggu serangan Israel tanpa henti yang telah menewaskan lebih dari 14.100 orang, termasuk 5.600 anak-anak, dan memaksa sekitar 1,7 juta orang mengungsi.
Sekitar 1.200 orang tewas dalam serangan Hamas terhadap Israel. Dikutip dari Aljazeera, berikut beberapa reaksi terhadap pengumuman tersebut.
1. Uni Eropa - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen
Von der Leyen menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Israel dan Hamas mengenai pembebasan 50 tawanan dan penghentian permusuhan di Gaza.
“Komisi Eropa akan melakukan yang terbaik untuk menggunakan jeda ini untuk gelombang kemanusiaan ke Gaza,” katanya dalam sebuah pernyataan.
2. Perancis - Catherine Colonna, Menteri Luar Negeri
Menteri Luar Negeri Catherine Colonna menyatakan, “Kami berharap akan ada warga Perancis di antara kelompok sandera pertama yang dibebaskan.”
3. Lembaga Hak Asasi Manusia - Omar Shakir, Direktur Israel dan Palestina
“Menyusul kekejaman massal yang terjadi beberapa minggu terakhir, kesepakatan hari ini disambut baik. Penyanderaan dan pemblokiran bantuan penyelamatan jiwa adalah kejahatan perang yang tidak pernah bisa dibenarkan. Manusia bukanlah alat tawar-menawar. Gencatan senjata atau tidak, serangan yang melanggar hukum harus dihentikan untuk selamanya.”

2 tahun yg lalu




