Foto: Barry Sternlicht. AFP/PATRICK T. FALLON
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah miliarder dunia sedang didekati untuk menyumbangkan dana pada Israel. Kampanye ini dilakukan seorang taipan real estate Amerika Serikat (AS) bernama Barry Sternlicht.
Informasi soal penggalangan dana berasal dari laporan situs berita Semafor. Media tersebut mengutip email yang berasal dari kampanye Facts for Peace untuk mencari sumbangan jutaan dolar dari nama-nama besar di bidang media, keuangan dan teknologi.
"Lebih dari 50 orang sedang didekati, termasuk mantan CEO Google Eric Schmidt, CEO Dell Michael Dell dan pemodal Michael Milken. Mereka memiliki kekayaan bersih gabungan sekitar US$500 miliar (Rp7.854 triliun)," tulis Semafor, sebagaimana dikutip Al Jazeera.
Dalam email itu, Sternlicht menyoroti opini publik yang berubah soal Palestina. Dia menyebutnya perubahan itu karena informasi yang dibuat-buat oleh Hamas.
Karena itu juga yang membuatnya ingin mendahului narasi buatan Hamas tersebut. "Opini publik pasti akan berubah karena adegan, nyata atau dibuat-buat oleh Hamas, mengenai penderitaan warga sipil Palestina pasti akan mengikis empati [Israel] saat ini di komunitas dunia. Kita harus mendahului narasinya," jelas dia dalam email tersebut.
Sebagai informasi, Facts for Peace merupakan kampanye media untuk memenangkan kembali dukungan publik pada Israel. Kampanye ini mengunggah video di laman media sosial untuk menyalahkan Hamas akan penderitaan rakyat Palestina dan menyangkal adanya pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel.
Dia berencana mengumpulkan US$50 juta dari sumbangan pribadi dan akan ditambah dari sumbangan badan amal Yahudi. Dorongan media itu juga bertujuan mencap Hamas sebagai organisasi teroris dan bukan hanya musuh Israel namun musuh Amerika Serikat (AS) juga.
Pada 7 Oktober 2023, Hamas melakukan serangan mendadak ke Israel. Pejabat Israel menyebutkan kejadian tersebut...

2 tahun yg lalu




