Media asal Inggris, The Economist, meralat laporan pantauan beberapa survei elektabilitas terkait Pilpres 2024. Dalam publikasi terbarunya, media ini merilis elektabilitas Prabowo per 26 Januari menjadi 47%. Sedangkan Ganjar dan Anies bersaing dengan elektabilitas menjadi masing-masing 24%.
"Hasil pantauan ini telah diperbarui dengan menghapus data hasil survei yang kami anggap tidak bisa diandalkan," bunyi catatan redaksi The Economist dalam ralatnya.
Sebelumnya, The Economist merilis elektabilitas rerata Prabowo berada pada 50%. Sementara, rerata elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan masing-masing berada pada 23% dan 21%.
Hasil survei yang dipublikasikan dalam artikel bertajuk 'Who will be the next president of Indonesia?' ini, menuai kontra karena banyak pihak yang menilai hasil survei yang ditampilkan, tidak menjelaskan dari mana kesimpulan elektabilitas itu diperoleh. Selain itu,
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, bila benar yang digunakan dalam pemberitaan The Economist adalah agregator dari lembaga-lembaga survei yang rilis hasil di Indonesia, hasil yang diperoleh seharusnya tidak sampai 50%. Ia menjelaskan, sejauh ini hasil survei lembaga di Indonesia menemukan elektabilitas capres nomor urut 02, berada di kisaran 42-48%.
"Saya tidak paham bagaimana model yang mereka pakai. Sebelum mereka mengubah estimasinya, saya juga hitung 02 sekitar 47% bukan 50%," ujar Burhanuddin kepada Katadata.

2 tahun yg lalu





