2 tahun yg lalu

Pamor Mobil Listrik di Amerika Merosot, Produsen Lirik Hybrid dan Gas Demi Menekan Emisi

Jakarta -

Persaingan mobil listrik di Indonesia tengah panas-panasnya. Wajar, karena pemerintah Indonesia tengah genjar memperbanyak kendaraan listrik untuk bisa hadir di jalanan Indonesia, untuk bisa menekan emisi gas buang dan penggunaan bahan subsidi. Hal tersebut yang membuat banyak produsen otomotif memperkenalkan kendaraan listrik. Akan tetapi hal ini berbanding terbaik dengan pasar mobil listrik di Amerika Serikat.

Dijelaskan businessinsider, mobil listrik di pasar Amerika Serikat (AS) tengah mengalami ujian dan bakal menjadi batu loncatan yang baik jika bisa melalui dengan mulus.

Dikatakan hadirnya kendaraan listrik banyak kesan 'politik', dan kemerosotan ekonomi membuat pasar mobil listrik bergerak stagnan. Untuk pabrikan mobil kenamaan asal Amerika Serikat, Tesla bahkan sampai harus mengobral harga jual mobil listriknya.

Perubahan ekonomi membuat pembeli lebih hemat, dan lebih berpikir untuk membeli kendaraan baru terutama kendaraanlistrik. Hasilnya, hal ini membuat para produsen menurunkan harga jual kendaraan listrik pada tahun ini.

Hal ini juga dijelaskan membat banyak produsen lebih memilih untuk menjual kendaraan hybrid (mobil dengan 2 penggerak mesin konvensional dengan mesin bertenaga bensin, dengan motor listrik) atau mobil berbahan gas.

Di AS Kerap Terjadi Perang Harga Mobil Listrik

Perekonomian Amerika Serikat (AS) yang slow, membuat produsen kendaraan listrik berstrategi untuk menawarkan promo harga menarik.

Pada awal tahun, sebagai respons terhadap membengkaknya persediaan atau stok mobil listrik karena melambatnya penjualan, CEO Tesla Elon Musk memangkas harga model terpopulernya. Hal ini memicu perang harga di segmen yang menurunkan nilai kendaraan listrik baru dari Ford dan GM.

Secara keseluruhan, perang harga telah menurunkan harga rata-rata yang dibayarkan untuk sebuah kendaraan listrik sebesar lebih dari 17% tahun ini. Meski memiliki penurunan harga, konsumen masih harus mengeluarkan kocek yang tidak murah, rata-rata yang dibayarkan untuk sebuah mobil listrik masih berada di atas $50.000 (sekitar Rp 771 jutaan dengan kurs USD 1 = Rp 15.426) pada musim gugur 2023.

Baca Seluruh Artikel