Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menilai belum ada yang serius dari penolakan warga
Aceh terhadap para pengungsi Rohingya.
"Saya belum melihat ada yang serius, baru letupan-letupan yang sifatnya terbatas," kata Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (20/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhadjir mengatakan pemerintah terbuka dengan para pengungsi Rohingya. Namun, menurutnya, pemerintah daerah tetap harus memperhatikan kesediaan dari warga setempat untuk menerima para pengungsi tersebut.
"Itu tentu saja bukan sekedar orang, tapi juga budayanya, perilakunya kemudian akomodasinya, kemudian itu harus di lihat dari sisi itu. Saya mohon pemerintah daerah terutama Provinsi Aceh dan kabupaten yang ketempatan supaya juga memerhatikan hal itu," ujarnya.
Sebanyak 249 orang pengungsi Rohingya kembali mendarat di pesisir pantai Aceh, kawasan tempat penampungan ikan Lapang Barat Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (19/11).
Sebelumnya warga Desa Pante Sukon, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh menolak kedatangan Pengungsi Rohingya gelombang ketiga yang hendak mendarat ke kawasan itu, pada Kamis (16/11) lalu.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan mulanya warga yang mengetahui kedatangan pengungsi Rohingya berbondong-bondong ke pesisir pantai untuk menolak mereka.
Namun, Joko mengatakan setelah diberi pengertian oleh aparat kepolisian, warga setempat bersedia memberikan bantuan makanan dan minuman, termasuk bahan bakar minyak, serta menyediakan boat untuk menarik kapal yang ditumpangi imigran Rohingya kembali ke laut.
"Warga setempat menolak dan menyuruh imigran Rohingya itu naik lagi ke kapal. Salah satu alasan penolakan yang berkembang, karena imigran Rohingya yang pernah terdampar sebelumnya berperilaku kurang baik dan tidak patuh pada norma-norma masyarakat setempat," kata Joko kepada wartawan.
Selama pekan la...

2 tahun yg lalu




