Liputan6.com, Jakarta - Menjelang berakhirnya 2023, setiap individu dari semua generasi dapat menemukan titik temu saat membuat resolusi keuangan tahun baru tetapi juga cita-citanya.
Kalimat klasik saat membuat resolusi tahun baru antara lain “saya akan membuat dan mematuhi anggaran "saya akan fokus membayar utang”, dan “saya akan memiliki dana darurat” berlaku bagi banyak orang tanpa memandang usia. Sayangnya, kecil kemungkinan seseorang menepati komitmen ini.
Sebuah studi Forbes baru-baru ini menunjukkan lebih dari separuh resolusi tahun baru gagal dalam waktu tiga bulan, dan hanya 6 persen yang bertahan sepanjang tahun. Demikian dikutip dari gobankingrates.com, Minggu (31/12/2023).
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan pendiri G.R.A.C.E, Suzanne Scullion. Ia menuturkan, kunci keberhasilan resolusi yang lebih besar termasuk resolusi keuangan adalah melacaknya bersama pasangan.
“Resolusi tahun baru tidak akan berhasil tanpa ada rencana. Hal terpenting dalam rencana Anda adalah akuntabilitas. Mitra Anda bisa menjadi pelatih keuangan yang dibayar untuk bekerja dengan Anda,” ujar dia.
Scullion memenuhi syarat sebagai generasi milenial yang lebih tua. Nasihatnya juga berguna untuk generasi lain antara lain generasi baby boomers, Gen X, generasi milenial dan Gen Z.
Liz Hagg dari generasi X dan Ramsey Preferred Financial Coach menuturkan, resolusi keuangan yang kuat adalah resolusi yang cerdas, terukur, dapat dicapai, realistis, dan terikat waktu. “Baik Anda sudah menikah dan lajang, luangkan waktu sekarang tujuan Anda pada 2023. Ingat harus bertujuan cerdas, terukur, dapat dicapai, realistis dan terikat waktu,” ia menyarankan.
Hal ini juga merupakan nasihat yang baik bagi hampir semua orang, tetapi generasi yang berbeda juga hadapi tantangan yang spesifik. Berikut perbandingan generasi yang berbeda dalam hal resolusi keuangan menyambut 2024:
* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan ...

2 tahun yg lalu





