REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Liga Arab berlangsung di Riyadh, Arab Saudi pada 11 November 2023. KTT tersebut membahas agresi Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dan seluruh wilayah Palestina, termasuk Al Aqsa.
Sehubungan dengan itu, Lembaga Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan sangat menghargai inisiatif OKI dan Liga Arab yang telah menyelenggarakan KTT Gabungan Luar Biasa di Riyadh.
Khusus kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang telah menjadi tuan rumah dan memimpin KTT Gabungan Luar Biasa tersebut dengan kepemimpinan yang penuh tanggung jawab dan mendengarkan aspirasi seluruh peserta KTT.
"LHKI Muhammadiyah mendukung penegasan kecaman atas standar ganda penerapan hukum internasional yang dijalankan oleh negara-negara pendukung Israel. Sikap negara-negara tersebut hanya akan memperlemah multilateralisme dan bahkan tatanan damai internasional," kata Ketua LHKI PP Muhammadiyah, Imam Addaruqutni dalam pesan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (16/11/2023).
Imam mengatakan, LHKI Muhammadiyah mensyukuri dicapainya 31 butir keputusan KTT Gabungan Luar Biasa tersebut yang mencerminkan kesepakatan bersama para pemimpin negara-negara anggota OKI dan Liga Arab sebagaimana tertuang dalam pernyataan bersama yang mengungkapkan tidak hanya keprihatinan, kekecewaan, dan kemarahan tetapi juga komitmen untuk langkah-langkah tindak lanjutnya guna menghentikan perang dan mencapai penyelesaian damai.
LHKI Muhammadiyah menggarisbawahi kesepakatan tentang perlunya segera dilakukan gencatan senjata agar bantuan kemanusiaan dan penyediaan berbagai kebutuhan dasar yang sangat diperlukan oleh rakyat Palestina di Jalur Gaza dapat segera tersalurkan dan diterima rakyat Palestina yang telah sangat menderita sebagai akibat dari serangan brutal militer penjajah Israel.
Dalam hal ini PP Muhammadiyah melalui berbagai upaya dan jalur telah mengirimkan bantuan kemanusiaan dari keluarga Persyarikatan Muhammadiyah, baik yang dikoordinir oleh LazisMu maupun Muhammadiyah Aid yang keseluruhannya berjumlah Rp 45 Miliar, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhamamdiyah, Prof Haedar Nasir pada saat memberangkatkan bantuan kemanusiaan dari PP Muhammadiyah pa...

2 tahun yg lalu




