Foto: Perjuangan Anak Papua Menembus Hutan hingga Jalan Kaki 3 Hari untuk Belajar. (Dok. Berbuat Baik)
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2023. Hasil sensus yang dilakukan BPS menunjukkan bahwa Papua menjadi wilayah dengan skor pembangunan manusia paling rendah.
" ," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Rabu (15/11/2023).
IPM merupakan indeks yang mengukur pembangunan manusia Indonesia yang dilihat dari kesempatan penduduk untuk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
BPS mengukur hal tersebut melalui sejumlah indikator, seperti umur harapan hidup, saat lahir, harapan lama sekolah, dan rata-rata lama sekolah pengeluaran riil per kapita per tahun. Status pencapaian pembangunan manusia dibagi menjadi 4 kategori, yaitu rendah (skor di bawah 60), sedang (skor 60-70), tinggi (70-80), sangat tinggi (lebih dari 80).
Menurut data BPS, skor IPM yang diperoleh oleh Papua adalah 63,01 atau masuk kategori sedang. Skor tersebut menjadi yang paling rendah dibandingkan wilayah-wilayah lain di Indonesia.
Pudji mengatakan ketertinggalan pembangunan manusia di Papua terlihat apabila dibandingkan dengan indeks pembangunan manusia di DKI Jakarta. Dia mengatakan IPM di Jakarta meraih angka tertinggi secara nasional yakni 83,55.
"Untuk ketimpangan pembangunan manusia saat ini terlihat bahwa Provinsi DKI Jakarta dengan Provinsi Papua ketimpangan manusianya sangat lebar," kata Pudji.
Meskipun angka pembangunan manusia di Papua masih tergolong amat rendah, BPS mencatat daerah tersebut juga mengalami peningkatan yang pesat. Pudji mengatakan padar 2023, Papua mencatatkan pertumbuhan IPM tertinggi secara nasional yakni di angka 1,37%.
"Pertumbuhan IPM tertinggi tahun 2023 terjadi di Provinsi Papua yaitu 1,37%, sementara pertumbuhan terendah di Provinsi DI Yogyakarta 0,55%," uja...

2 tahun yg lalu




