2 tahun yg lalu

ISIS Rilis Serangan Maut di Suriah setelah Irak, Afghanistan, Iran

SERANGAN kelompok ISIS menewaskan sedikitnya 14 tentara di dalam bus militer di gurun Suriah pada Selasa (9/1). Ini dikatakan seorang pemantau perang. Serangan itu merupakan yang kedua tahun ini.

"Setidaknya 14 anggota pasukan rezim tewas," dan beberapa lain terluka, "Dalam serangan berdarah ISIS terhadap bus militer," di gurun dekat kota kuno Palmyra, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.  Pekan lalu, ISIS membunuh sembilan tentara pemerintah Suriah dan milisi dalam serangan terhadap pos militer di gurun timur, menurut lembaga pengawas yang berbasis di Inggris itu.

Kelompok jihad itu terus melancarkan serangan terhadap pasukan dan sasaran pemerintah lain dari tempat persembunyian di gurun pasir tempat para pejuangnya berkumpul kembali setelah kehilangan wilayah terakhir mereka di Suriah pada Maret 2019. Lebih dari setengah juta orang tewas dalam perang saudara yang meletus di Suriah pada 2011 setelah Damaskus secara brutal menekan protes antipemerintah.

Serangan ISIS di Irak menewaskan dua pejuang pro-Iran

Sebelumnya, dua pejuang dari aliansi Hashed al-Shaabi Irak tewas dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh kelompok Negara Islam (ISIS). Ini disampaikan kelompok Hashed yang pro-Iran dan sumber keamanan Irak pada Minggu (7/1).

Baca juga: ISIS Klaim sebagai Dalang Bom Bus di Kabul Afganistan

Kedua pejuang tersebut, "Tewas setelah terluka ketika mereka menghadapi serangan," oleh kelompok jihad pada Sabtu (6/1) malam di provinsi Salaheddin di utara Baghdad. Demikian Hashed dalam pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah Irak.

Seorang sumber keamanan, yang berbicara kepada AFP tanpa menyebut nama, mengonfirmasi jumlah korban tewas dan mengatakan bahwa ISIS menyerang, "Pos (militer) Hash pada Sabtu malam," di daerah Al-Zarka di utara provinsi tersebut. Hashed al-Shaabi ialah koalisi mantan unit paramiliter pro-Iran yang telah diint...

Baca Seluruh Artikel