Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas mengungkapkan berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan bulan Oktober mengalami surplus USD 3,48 miliar atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang senilai USD 3,42 miliar.
“Pasar berharap momentum ini terus terjaga dan juga harapannya. Pemerintah dapat mewaspadai risiko penurunan permintaan ekspor dari negara mitra utama dagang yakni Amerika Serikat, China, Uni Eropa, dan Jepang,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (16/11).
Dengan surplusnya neraca perdagangan, tentunya ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri karena dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi seiring dengan meningkatnya permintaan dan penawaran ekspor produk ke negara lain, sehingga akan memberikan kontribusi pada PDB atau GDP dan juga menambahnya sumber devisa negara.

2 tahun yg lalu




