Liputan6.com, Jakarta Calon presiden (Capres) 2024 nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengkritik penegakan hukum di pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang hanya memberi skor lima dari sepuluh.
Terkait hal ini, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, mengatakan, bahwa ini bisa menjadi masukan bagi Jokowi sendiri.
"Sejalan dengan pernyataan Mas Ketum kami Mas Kaesang Pangarep, terkait penilaian buruk dari Pak Ganjar terhadap penegakan hukum, HAM, pemberantasan korupsi dan demokrasi saat ini yang dinilai mengalami kemunduran, ini tentu akan menjadi pecutan dan masukan bagi Presiden Jokowi," kata dia dalam keterangannya, Minggu (19/11/2023).
Juru bicara TKN Prabowo-Gibran ini mendoakan agar Jokowi dan Mahfud MD selaku Menkopolhukam bisa menjawab kritikan Ganjar tersebut.
"Selanjutnya kami doakan agar Pak Jokowi sebagai Presiden dan Prof Mahfud MD selaku Menkopolhukam RI sehat-sehat terus supaya dapat menjawab kritikan pak Ganjar dengan kerja-kerja yang lebih baik lagi, agar penilaian terhadap penegakan hukum, HAM, pemberantasan korupsi dan demokrasi dapat makin baik," kata pria yang akrab disapa Uki ini.
Sebelumnya, Capres Prabowo Subianto tak mau terlalu merespons pernyataan Ganjar. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut nampak hanya tertawa sambil memberikan kedipan mata.
Entah apa maksudnya, namun gestur itu, seraya menggambarkan sikap santainya.
“Hahaha," balas Prabowo saat ditanya soal rapor merah dari Ganjar soal penegakan hukum era Presiden Jokowi.
Sikap Ganjar Pranowo
Diketahui, Ganjar Pranowo menghadiri acara Sarasehan Nasional Alumni Universitas Negeri Makassar pada Sabtu (18/11/2023)
Dikutip dari keterangan tertulis, Ganjar mendapat pertanyaan dari Prof Zainal Arifin Mochtar tentang kondisi penegakan hukum, pemberantasan korupsi, HAM hingga demokrasi yang saat ini melenceng, serta bagaimana mengembalikannya.
"Dengan kondisi begini, membuat arus baliknya bagaimana? misalkan ...

2 tahun yg lalu




