Jakarta (ANTARA) - Perusahaan logistik FedEx mengumumkan platform perdagangannya sendiri FDX, menawarkan layanan kepada pedagang seperti pembuatan permintaan, pemenuhan, pelacakan, dan pengalaman pascapembelian, termasuk pengembalian.
TechCrunch, Senin (15/1), menyiarkan bahwa FDX saat ini sedang dalam tahap pratinjau terbatas dengan rencana peluncuran yang lebih luas pada musim gugur 2024.
Pedagang dapat mendaftarkan untuk mencoba platform FDX melalui formulir. Perusahaan tidak menyebutkan merek apa yang menjadi bagian dari program uji coba.
Pengumuman FedEx penuh dengan kata-kata pemasaran seperti "berbasis data," "berbasis digital," dan "solusi e-commerce end-to-end untuk bisnis dari berbagai ukuran", namun, tidak memberikan rincian seperti bagaimana FedEx akan bersaing dengan platform yang sudah ada.
Baca juga: FedEx peringati hari jadi pengiriman vaksin COVID-19 pertamanya
Perusahaan menyatakan bahwa pedagang dapat menggunakan layanan FedEx seperti ShopRunner - platform e-commerce yang diakuisisi pada 2020 - untuk mencapai pelanggan, menampilkan perkiraan waktu pengiriman di situs web, mengelola keranjang belanja, melacak paket, mencatat dampak emisi karbon dari pengiriman, dan mengelola pengembalian.
Amazon telah menawarkan Fulfiled by Amazon (FBA) selama bertahun-tahun untuk memungkinkan pedagang menggunakan infrastruktur pengiriman dan logistik perusahaan.
Pada 2022, Amazon mulai memperbolehkan pedagang pihak ketiga yang sudah menggunakan FBA untuk mencantumkan barang yang memenuhi syarat Prime di situs mereka sendiri.
Pada Januari 2023, raksasa e-niaga tersebut memperluas fitur ini untuk semua pedagang di Amerika Serikat dan juga memun...

2 tahun yg lalu




