Jakarta, CNN Indonesia --
Hasil survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat elektabilitas cawapres nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka di kalangan pemilih muda sekitar 1,8 persen.
Gibran menempati posisi kedua di antara dua cawapres lain, Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD ihwal elektabilitas di pemilih muda tersebut.
Cak Imin menduduki posisi pertama dengan perolehan 3,1 persen, sedangkan Mahfud MD posisi paling buncit dengan 0,7 persen.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah menilai hasil yang diperoleh Gibran menunjukkan pemilih muda tak berhubungan langsung dengan kandidat yang juga anak muda.
"Terbukti Gibran Rakabuming hanya 1,8 persen," kata Dedi dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (20/11).
Ia mengatakan temuan itu sekaligus juga menunjukkan mayoritas pemilih Gibran merupakan orang tua.
Dedi berasumsi pemilih Gibran merupakan pemilih warisan dari ayahnya Joko Widodo.
Berlainan dengan Gibran, capresnya, Prabowo Subianto justru mendapat elektabilitas tertinggi di kalangan pemilih muda ketimbang dua capres lain.
Prabowo merengkuh elektabilitas sebesar 31,4 persen disusul Ganjar Pranowo 29,7 persen dan Anies di posisi terakhir dengan 21,7 persen.
Sementara sebanyak 11,6 persen belum menentukan pilihan.
Survei IPO dilaksanakan pada 10-17 November 2023 terhadap 1.400 responden dengan metode multistage random sampling dan margin of error kurang lebih 2,50 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebanyak 33 persen dari total responden itu berasal dari kalangan milenial. Sementara 19 persen merupakan Gen Z.
Komandan Fanta (pemilih muda) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Arief Rosyid Hasan merespons hasil survei tersebut.
Ia mengatakan bakal menyiapkan strategi terbaik dan menggerakkan berbagai simpul kepemudaan untuk memenangkan Prabowo-Gibran.
Ia optimistis pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Maju itu mampu merengkuh suara optimal di kalangan pemilih muda.

2 tahun yg lalu





