Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan Tiongkok Betavolt baru-baru ini meluncurkan baterai BV100 yang berukuran lebih kecil dari koin tetapi memiliki masa pakai sekitar 50 tahun dan tidak perlu diisi ulang.
Baterai atom bukanlah hal baru. Baik Amerika Serikat maupun Uni Soviet memproduksi unit tenaga tersebut pada tahun 1960an.
Namun baterai nuklir ini berukuran besar, berbahaya, dan mahal untuk dibuat, dikutip dari laman Oddity Central, Jumat (26/1/2024).
Plutonium digunakan sebagai sumber tenaga radioaktif untuk baterai atom pertama, namun ilmu pengetahuan telah berkembang pesat sejak saat itu, dan baterai revolusioner Betavolt kini bergantung pada isotop yang jauh lebih aman.
Bahan semikonduktor pada baterai memungkinkannya bekerja secara stabil di lingkungan dengan suhu berkisar antara -60 hingga 120 derajat Celcius.
Berukuran hanya 15mm x 15mm x 5mm, Betavolt BV100 baru secara konstan menghasilkan listrik seiring dengan degradasi isotop, tidak seperti baterai konvensional yang hanya menyimpan energi.
Perusahaan yang bermarkas di Beijing ini mengklaim bahwa mereka adalah perusahaan pertama yang berhasil membuat miniatur energi atom dengan memasukkan 63 isotop nuklir ke dalam baterai yang lebih kecil dari koin.
Terobosan ini menempatkannya “jauh di depan” dibandingkan semua institusi akademis dan komersial Eropa dan Amerika lainnya.
Ungkapan “baterai atom” terdengar tidak aman, namun Betavolt mengklaim bahwa baterai BV100-nya benar-benar aman bagi konsumen.
Pasalnya, tidak akan membocorkan radiasi meskipun penutup pelindungnya bocor.
S...

2 tahun yg lalu




