Liputan6.com, Jakarta - Kecepatan akselerasi digital saat ini mendorong berbagai pihak untuk terus mengikuti perkembangannya. Melalui kecerdasan buatan (AI) generatif ChatGPT misalnya, berbagai komponen masyarakat, termasuk pebisnis, perlu mengadaptasi teknologi ini di lingkup profesional.
Head of Indonesia Market Udemy Giri Suhardi menyoroti, hingga saat ini, persoalan ChatGPT telah mencapai puncak popularitas sebagai topik pembelajaran yang paling diminati di kalangan pengguna Udemy Bisnis.
"Di Udemy, itu 60 persen terjadi pertumbuhan khusus terkait dengan kursus kursus di bidang AI," ujarnya dalam acara konferensi pers, Rabu (6/12/2023).
Dibandingkan dengan Q4 2022, tingkat konsumsi kursus ChatGPT di Udemy pada Q1 tahun ini melonjak hingga 4.419 persen, menunjukkan minat yang signifikan dari para pembelajar.
Selain itu, jumlah kursus terkait ChatGPT juga mengalami peningkatan dramatis, yang hingga saat ini, Udemy telah menyediakan 310 kursus bertemakan AI Generatif yang setara dengan 1500 jam pembelajaran.
"Dan di Indonesia sendiri, ChatGPT di Q2 tahun ini merupakan topik yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia," ucap Giri menambahkan.
Menurut hasil pencatatan mereka, minat terhadap ChatGPT naik sebesar 142 persen pada Q2 2023 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Untuk diketahui, lebih dari 1,8 juta pembelajar di Indonesia telah mendaftar di kursus-kursus terkait ChatGPT di Udemy, menegaskan popularitas topik teknologi otomatisasi ini di pasar pendidikan online.
Adapun pembahasan yang paling banyak dicari di topik ini adalah cara membuat perintah, atau prompt engineering. Menurut Giri, kemampuan prompt engineering akan sangat bermanfaat bagi para pengguna chatbot AI milik OpenAI ini.
Pasalnya, pengguna hanya akan mendapatkan hasil terbaik yang mereka inginkan dari ChatGPT melalui perintah yang baik dan benar. Oleh karenanya, Udemy berusaha membantu memenuhi kebutuhan ini dengan memberikan kursus dengan topik terinci ini.

2 tahun yg lalu




