2 tahun yg lalu

Cerita WN Thailand Sandera Hamas di Gaza, Diperlakukan dan Diberi Makan dengan Baik

Liputan6.com, Bangkok - Dalam gencatan senjata di Gaza, Israel dan Hamas melakukan pertukaran pembebasan sandera dan tahanan.

Adapun Hamas dikabarkan membebaskan 13 warga Israel dan empat warga asing --total 17 sandera. Keempatnya disebut warga negara Thailand. Mereka telah dipindahkan ke Israel, dibawa ke rumah sakit untuk observasi dan dipertemukan kembali dengan keluarganya.

Roongarun Wichanguen, saudara perempuan Vetoon Phoome, sandera Thailand berusia 33 tahun, mengatakan dia mendapat kabar bahwa saudara laki-lakinya akan pulang Sabtu 25 November 2023 pagi.

"Saya sangat senang karena harapan saya sangat redup, namun tiba-tiba ada harapan," ujarnya kepada AFP yang dikutip Minggu (26/11/2023).

Dia melihat foto Vetoon, yang pindah dari provinsi timur laut Nong Bua Lam Phu ke Israel lima tahun lalu untuk bekerja di pertanian kentang, dan merasa tidak percaya. "Saya memperbesar dan menemukan saudara laki-laki saya di dalamnya," katanya.

"Saya sempat video call dengan kakak saya dan wajahnya tampak bahagia," imbuhnya.

"Dia mengatakan bahwa dia tidak disiksa, atau diserang, dan telah diberi makanan yang baik. Dia dirawat dengan sangat baik," tutur Roongarun Wichanguen menceritakan apa yang dialami saudaranya saat menjadi sandera Hamas.

Sementara itu, Kittiya Thuengsaeng mengira pacarnya yang berusia 28 tahun termasuk di antara hampir 40 warga Thailand yang tewas dalam serangan mematikan Hamas ke Israel bulan Oktober lalu.

Namun pada Jumat 24 November malam, para pejabat Thailand mengejutkannya dengan kabar baik yang tampaknya mustahil.

"Saya tidak dapat mempercayai mata saya," kata Kittiya Thuengsaeng kepada AFP, menggambarkan saat dia melihat foto Wichai Kalapat setelah dia dibebaskan dari penahanan selama berminggu-minggu.

"Saya ngobrol dengannya di pagi hari. Dia masih tersenyum. Dia bilang sudah aman," ucap Kittiya Thuengsaeng.

Wichai, seorang buruh tani buah delima dari provinsi timur Roi Et, telah bekerja selama 10 bulan di dekat perbatasan

Baca Seluruh Artikel