Hal itu disampaikan oleh peneliti dan sekaligus direktur pusat penelitian obesitas Universitas Tulane di New Orleans, Amerika Serikat (AS), Lu Qi; yang mengungkapkan orang yang terlalu banyak mengonsumsi garam dalam waktu lama lebih tinggi terkena risiko penyakit jantung dan penyakit lainnya.
“Kami baru-baru ini menemukan bahwa menambahkan garam ke dalam makanan merupakan indikator potensial untuk asupan garam jangka panjang, yang terkait dengan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian yang lebih tinggi,” ujar Qi kepada Health.
Menurut American Heart Association, orang Amerika mengonsumsi hingga 75 persen natrium harian mereka dari makanan olahan, seperti sup, saus tomat, bumbu, dan makanan kaleng. Qi mengatakan sumber natrium tambahan ini juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

2 tahun yg lalu




