PADA semester ganjil tahun ajaran 2023-2024 berakhir. Saya, sebagai pendidik, telah berhadapan dengan siswa yang memiliki beragam kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif. Meskipun begitu, kesimpulan yang ditarik tidak selalu mencerminkan realitas. Penggunaan perlakuan, metode, dan model pembelajaran tanpa pemahaman menyeluruh terhadap karakteristik siswa dapat mengakibatkan harapan, pemahaman sepanjang hayat, dan tujuan akhir yang saling bertentangan sehingga menetapkan parameter keberhasilan dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting. Fokus utama ialah peningkatan pengetahuan dan perkembangan karakter positif siswa.
Satu langkah penting dalam proses belajar-mengajar ialah asesmen yang bertujuan mengevaluasi dan mengukur keterampilan siswa. Asesmen bukan hanya sebagai sarana untuk mengevaluasi kemajuan siswa, melainkan juga sebagai evaluasi program yang mendorong perkembangan tenaga pendidik dan perencanaan pembelajaran berkelanjutan. Dalam konteks ini, melakukan asesmen diagnostik sebelum memulai proses pembelajaran menjadi tahapan sangat penting.
Asesmen diagnostik
Menurut D Firmanzah dan E Sudibyo (dalam Hartati, 2018), asesmen merupakan proses pengumpulan informasi untuk mengambil keputusan tepat. Hartati (2018) menyatakan bahwa asesmen memiliki istilah khusus digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang dilakukan guru guna memperoleh informasi tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik (Rahman, 2017).
Dengan dasar pandangan tersebut, asesmen dapat diartikan sebagai kegiatan pengumpulan data atau informasi untuk mendapatkan pemahaman dan meningkatkan kejelasan dalam membuat keputusan selanjutnya. Metode diagnostik, menurut D Firmanzah dan E Sudibyo (dalam Abidin & Heri, 2019), dapat digunakan untuk melihat dan menentukan kesulitan siswa dalam memahami materi.
Asesmen diagnostik adalah penilaian yang secara khusus mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, dan kelemahan peserta didik agar pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi dan kompetensi mereka. Dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, asesmen diagnostik bertujuan untuk menemukan kekuatan dan kelemahan siswa (D Firmanzah, E Sudibyo, Salma et al, 2016, Arifin et al, 2019).
Setelah mengetahui kesulitan siswa, guru dapat merancang instrumen untuk pembelajaran berikutnya (Sulastri, 2019). Asesmen diagnostik dilakukan secara berke...




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4727555/original/014123600_1706292533-Seminar_Nasional_KMNU_2024.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1199395/original/041290800_1460366478-black_hole.jpg)
