Foto: Seorang pria membawa seorang anak Palestina di rumah sakit setelah serangan Israel, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, Senin (13/11/2023). (REUTERS/Mohammed Salem)
Jakarta, CNBC Indonesia - Lima negara, termasuk Afrika Selatan dan Bangladesh, pada Jumat (17/11/2023) menyerukan penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional terhadap perang Israel-Hamas yang telah menyebabkan ribuan orang tewas.
Di tengah kekhawatiran internasional atas bertambahnya jumlah korban jiwa, permintaan tersebut diajukan ketika keluarga dari beberapa warga Israel yang disandera oleh Hamas dalam serangan tanggal 7 Oktober yang memicu perang juga meminta tindakan ICC.
Kepala jaksa ICC Karim Khan mengatakan Afrika Selatan, Bangladesh, Bolivia, Komoro, dan Djibouti - semuanya anggota ICC - telah mengupayakan penyelidikan atas "situasi di negara Palestina".
Khan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penyelidikan atas peristiwa di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki yang dimulai pada Maret 2021 kini "meluas hingga meningkatnya permusuhan dan kekerasan sejak serangan yang terjadi pada Oktober 2023".
Khan, yang baru-baru ini pergi ke titik persimpangan utama antara Gaza dan Mesir, mengatakan timnya telah mengumpulkan "sejumlah besar bukti" tentang "insiden yang relevan" dalam perang tersebut.
Dia meminta lebih banyak bukti untuk diserahkan dan menambahkan. "Saya juga akan melanjutkan upaya saya untuk mengunjungi negara Palestina dan Israel untuk bertemu dengan p...

2 tahun yg lalu




