Foto: Tentara Israel saat operasi darat tentara Israel melawan kelompok Islam Palestina Hamas, di Jalur Gaza, Senin (13/11/2023). (Israel Defense Forces/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan Israel masih terus terjadi di Gaza. Serangan itu diluncurkan sebagai pembalasan dendam atas penyerangan kelompok militan Palestina, Hamas, ke wilayahnya pada 7 Oktober lalu.
Sejauh ini, serangan Israel ke Gaza telah menewaskan 11.500 orang dan angka ini diperkirakan akan terus naik. Di sisi lain, diketahui pada 7 Oktober lalu, ada sekitar 1.200 warga Israel yang tewas karena serangan Hamas.
Terbaru, Israel menyerbu RS Al-Shifa di Gaza dengan dalih untuk memusnahkan Hamas. Aksi ini mendapatkan kecaman dunia, yang menyebut bahwa RS seharusnya aman dari serangan saat perang.
Berikut dinamika perang Israel-Hamas sebagaimana dikumpulkan CNBC Indonesia dari berbagai sumber, Jumat (17/11/2023):
1. Arab Saudi Buka Suara
Arab Saudi buka suara soal penyerbuan militer Israel ke Rumah Sakit (RS) Al Shifa di Gaza, Palestina. Ini diungkapkan dalam akun X, sebelumnya Twitter, resmi Kementerian Luar Negeri Saudi, Kamis (16/11/2023).
Dalam pernyataannya, Saudi mengatakan pihaknya mengutuk keras serangan pasukan pendudukan Israel terhadap Rumah Sakit Al Shifa di Gaza dan pemboman di sekitar Rumah Sakit Lapangan Yordania.
"Kerajaan menekankan perlunya mengaktifkan mekanisme akuntabilitas internasional mengenai pelanggaran yang sedang berlangsung dan praktik brutal dan tidak manusiawi yang dilakukan pasukan pendudukan Israel, terhadap anak-anak, perempuan, warga sipil, fasilitas kesehatan dan tim bantuan," kata kementerian tersebut pada X.

2 tahun yg lalu




