Liputan6.com, Jakarta Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) beserta Komisi II DPR RI sepakat untuk mengangkat seluruh tenaga honorer di pemerintah jadi ASN atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada 2024.
Menurut perhitungan Kementerian PANRB, total tenaga honorer yang ada di data Badan Kepegawaian Negara (BKN) per 2022 sebanyak 2.355.092 orang. Angka itu ditetapkan agar ada kepastian dari simpang siur kabar bahwa jumlah total tenaga non ASN ada sebanyak 3-4 juta orang.
"Jadi kesepakatan pemerintah dengan DPR adalah 2,3 juta yg ada di database BKN. Ini yang kita selesaikan. Karena kalau nambah data-data baru maka ini tidak pernah akan selesai penyelesainnya. Sementara pemerintah dasarnya adalah usulan dari kabupaten/kota," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas, dikutip Jumat (19/1/2024).
Adapun dari beberapa gelaran seleksi CASN, ada sebanyak 570.054 tenaga non ASN yang sudah terangkat jadi PPPK. Sehingga masih tersisa sekitar 1,7 juta tenaga honorer di 2023 ini.Masih Banyak yang Gagal Lulus
Anas mengatakan, dari perekrutan CASN 2023, terdata masih ada sebanyak 133.564 honorer yang gagal lulus seleksi PPPK. Oleh karenanya, pemerintah juga menambahkan alokasi formasi PPPK pada gelaran CASN 2024.
"Kan ada kurang lebih 100 ribuan juga yang belum diterima. Oleh karenanya tadi (formasi PPPK di CASN 2024) jumlahnya 1,7 juta. Mustinya 1,6 juta. Karena ada sisa 100 ribu yang kemarin belum masuk di dalam formasi itu," terangnya.
...
2 tahun yg lalu





