Uzone.id - Yamaha terlihat sangat hati-hati sebelum meluncurkan motor listrik pertamanya untuk pasar Indonesia. Hal ini dikarenakan Yamaha enggan menjual motor listrik jika mendapat komplain memiliki jarak tempuh yang terlalu pendek.
Seperti pada Yamaha E01 yang saat ini sedang dalam tahap Proof of Concept (PoC) di Indonesia. Yamaha sampai membutuhkan 4.000 orang untuk menjajal motor listriknya yang disebar di empat kota dari Jakarta, Bandung, Medan, dan Bali.
"Jangan sampai kita bikin kemudian dikomplain 'waduh jaraknya terlalu pendek'. Kita tidak mau, (harus) sesuai yang konsumen harapkan," ujar Antonius Widiantoro selaku Assistant Manager Marketing - Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing di Jakarta, belum lama ini.
Anton sapaan akrabnya, mengaku sejauh ini konsumen yang sudah melakukan pengetesan pada Yamaha E01 merasa sudah cocok dengan spesifikasinya. Terutama dari jarak tempuh yang dimiliki oleh E01.
"E01 adalah yang di-expect oleh konsumen dengan jarak 104 kilomter untuk sekali pengecasan. Mereka puas dengan hasil itu," ungkap Anton.
Anton sendiri dengan sangat yakin tidak resah dengan adanya kompetitor yang menjual motor listrik lebih awal. Menurutnya proses studi yang sedang berjalan sangat bermanfaat untuk Yamaha.
"Jadi saat ini fokus ke PoC yang sebentar lagi kelar, kita akan infokan selanjutnya kalau memang ada perkembangan, tapi tentunya hasil ini akan sangat bermanfaat, karena kita sudah bisa lihat karakter konsumen, pemakai seperti apa, reliability partnya bagaimana, kemudian juga ekspetasi mereka seperti apa, tanggapan mereka terhadap performa dan lainnya seperti apa," jelasnya.
Namun terdapat satu hal yang ...
