Serba-serbi Hari Makanan Pedas Sedunia, Bagaimana Cara Merayakannya?

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 16 Januari adalah Hari Makanan Pedas Sedunia, yaitu hari di mana Anda bisa merayakan dan melahap beberapa hidangan paling pedas di dunia. Seperti apa perayaannya dan apa kebiasaan orang-orang di momen tersebut?

Setiap negara di dunia memiliki gaya dan resep memasaknya masing-masing. Meskipun beberapa negara mengonsumsi makanan ringan, negara lain menyukai makanan pedas dan panas yang akan membuat Anda meneguk segelas air.

Ya, ada beberapa hidangan super pedas yang tersedia dan coba tebak, orang tidak takut untuk mengonsumsinya. Berikut tipnya sebelum Anda makan bumbu, pastikan perut Anda mampu menahan sambal. 

Mengutip dari laman National Today, Rabu (17/1/2024), asal-usul Hari Makanan Pedas Sedunia sebenarnya berawal dari rempah-rempah yang telah dikonsumsi selama lebih dari 6.000 tahun. Rempah ini untuk menambah rasa pada hidangan dan banyak manfaat kesehatannya, misalnya rempah-rempah dapat melawan peradangan dan memiliki khasiat penyembuhan.

Inilah rempah-rempah menjadi populer di zaman kuno. Orang Yunani kuno mengimpor rempah-rempah Timur seperti lada, cassia, kayu manis, dan jahe ke Mediterania karena rempah-rempah dan herba berperan dalam ilmu kedokteran.

Diketahui sekitar 460 hingga 377 SM. Hippocrates menulis tentang herba dan rempah-rempah yang mencakup kunyit, kayu manis, timi, ketumbar, mint, dan marjoram.

"Bapak Botani," begitulah sebutan Theophrastus, dalam dua bukunya, menulis sekitar 600 rempah-rempah dan herba pada periode antara 372 SM dan 287 SM. Bangsa Romawi menciptakan kegunaan lain untuk rempah-rempah,  mereka sering menggunakannya dalam anggur beraroma rempah serta balsem dan minyak berarom...