Penjualan Mobil Anjlok di 2023, Apa Penyebabnya?

Uzone.id - Penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2023 memang sedang mengalami penurunan, sehingga tidak sesuai dengan proyeksi yang ditetapkan sebesar 1.050.000 unit. Bahkan capaian di tahun kemarin itu turun daripada penjualan di tahun sebelumnya.

Proyeksi target penjualan mobil dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memang naik tipis dibandingkan tahun 2022. Di tahun 2022 ditargetkan penjualannya mencapai 1.040.000 unit.

Namun berdasarkan data wholesales alias distribusi dari pabrik ke dealer, penjualan mobil di Indonesia hanya mencapai 1.005.802 unit. Sedangkan penjualan secara ritel alias dari dealer ke konsumen hanya mencapai 998.059 unit saja.

Padahal di tahun 2022, penjualan mobil di Indonesia tembus 1.048.040 unit secara wholesales dan 1.013.582 secara retail.

alt-img

Kukuh Kumara selaku Sekretaris Umum Gaikindo menyebutkan terhambatnya penjualan terjadi pada September dan Oktober. Penurunan tersebut menurutnya karena adanya kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS) dan tingginya suku bunga AS yang berimbas pada pengetatan pembiayaan di bank.

“Penjualan di tahun 2023 bisa mencapai 1.050.000 (unit) ini proyeksinya. Tapi kenyataannya di bulan September dan Oktober terjadi penurunan penjualan bulanan. Kenapa terjadi penurunan penjualan? Pada bulan-bulan itu, Amerika menaikkan interest rates-nya sehingga dolar itu keluar. Karena dolar keluar, perbankan melakukan pengetatan peminjaman,” ujar Kukuh dalam acara diskusi Forum Wartawan Otomotif, Selasa (16/1).

Baca Juga :

Images

"Pinjaman diperketat penjualannya menurun, karena 80 persen penjualan kendaraan bermotor itu menggunakan pembiayaan dari jasa keuangan. Itu dampaknya," tambahnya.

Seca...