Penjelasan Mengapa Membaca Alquran tanpa Niat karena Allah akan Tertolak

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Allah SWT menyukai hamba-Nya yang gemar membaca dan mentadabburi Alquran dengan niat yang ikhlas. Itulah mengapa Allah memberikan ganjaran kepada mereka yang membaca Alquran dengan niat selain Allah dengan ganjaran yang perih.

Syekh Fuad bin Abdul Aziz As Syalhub dalam kitab Adab Terhadap Alquran menjelaskan, membaca Alquran merupakan amal ibadah yang diperuntukan hanya kepada Allah. Dan semua amal ibadah yang dilakukan seorang hamba untuk mendekatkan dirinya kepada Allah tanpa menjaga dua syarat, yakni ikhlas dan muaba’ah, maka amalannya tertolak.

Imam Nawawi berkata, “Yang pertama kali diperintahkan kepada seorang pembaca Alquran adalah ikhlas ketika membacanya. Dan hanya mengharap dengannya pahala dari Allah, tidak ada motivasi lain dalam membacanya selain hal itu.”

Imam Nawawi juga menekankan pentingnya seorang hamba untuk senantiasa beradab bersama Alquran. Menghadirkan dalam benaknya bahwasannya ia sedang bermunajat dengan Allah, maka dia membaca dengan kondisi seakan-akan sedang melihat Allah. Kalau pun ia tidak melihat-Nya, kata Imam Nawawi, sesungguhnya Allah Maha Melihat.

Dijelaskan pula bahwa telah banyak di antara pembaca Alquran yang mengharapkan perhatian manusia tertuju kepadanya dan mengharapkan mereka ikut pengajiannya. Maka umat Islam senantiasa dianjurkan untuk memohon kepada Allah agar dijauhkan dari motivasi seperti ini.

Maka cukuplah bagi seorang qori agar waspada terhadap siksa yang disediakan untuk orang yang mempelajari Alquran dengan niat ingin disebut sebagai qori. Imam Muslim dalam Shahih-nya menjabarkan sebuah hadits:

Dari Abu Hurairah, ia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Inna awwalannaasi yuqdha yaumal qiyaamati alaihi rajulun istusyhida.” Yang artinya, “Se...