Solo -
Kesenian wayang kulit tetap eksis di tengah modernisasi dan globalisasi. Salah satu perajin yang masih bertahan ada di Solo.
Balai Agung merupakan tempat produksi wayang kulit yang masyhur namanya. Balai Agung dapat disebut sebagai tempat produksi wayang kulit yang legendaris karena sudah berdiri selama puluhan tahun.
Eksistensi Balai Agung bukannya tanpa sebab. Tempat ini dikenal mampu menghasilkan wayang kulit dengan kualitas terbaik dan mengadopsi langsung budaya dari Keraton Surakarta.
detikcom menyempatkan diri singgah di Balai Agung dan berjumpa dengan perajin wayang kulit di sana. Tempat produksi ini tidak terlalu luas. Hanya ada dua perajin yang tengah membuat wayang kulit. Di sana, kami disambut pemilik Balai Agung yakni Purwono.
Kepada detikcom, Purwono memperlihatkan wayang kulit buatan Balai Agung yang menggunakan kulit kerbau. Selain kuat, wayang kulit buatan Balai Agung juga memiliki detail dan warna yang apik. Pertama kali melihat dan memegang wayang itu, detikcom sudah dibuat takjub.
Rupanya, Purwono adalah generasi kedua yang mengelola Balai Agung. Sebelumnya, tempat ini dipimpin ayahnya yang merupakan abdi dalem Keraton Surakarta.
"Setelah Bapak meninggal, saya yang melanjutkan. Saya baru di sini 4 tahunan," kata Purwono.
Pembuat wayang Balai Agung di Solo. Foto: Ari Saputra/detikcom
Meskipun baru menjabat sebagai pemilik Balai Agung, kecintaan Purwono pada wayang kulit sudah muncul sejak ia kecil. Berawal dari rasa suka, Purwono memutuskan untuk melanjutkan usaha ayahnya tersebut.
"Proses itu berawal dari suka dulu. Sesuatu yang kita suka akan berimbas pada keberhasilan," ujarnya.
"Pada saat pertama kali saya merasakan suka, teman-teman di sini dulu banyak yang kerja juga, akhirnya saya mencoba saat itu saya bilang sama Bapak, saya coba jual. Akhirnya kita menjual wayang, alhamdulilah responnya banyak sekali," dia menambahkan.
Purwono sempat merasakan masa-masa kejayaan Balai Agung ketika banyak turis datang ke tempat mereka. Mereka berasal dari berb...