Liputan6.com, Jakarta - Bulan Rajab berarti agung atau terhormat sehingga bulan ini menjadi salah satu dari bulan haram sebagaimana disebutkan dalam surat At Taubah ayat 36. Kesucian bulan ini pun perlu dijaga oleh umat muslim dengan menjauhi segala hal yang bisa 'mengotori' kehormatan bulan Rajab.
Ustaz Adi Hidayat, Lc, M.A mengatakan ibarat gerbong kereta, Rajab memiliki rangkaian panjang yang berkorelasi dengan keberkahan. Bulan-bulan haram ini dimuliakan, bukan tujuan untuk mengkultuskan suatu waktu dan tempat tetapi untuk mengambil aura kebaikan yang ada di dalamnya.
"Supaya dia bisa menyebar ke seluruh waktu yang lain dan tempat-tempat lainnya. Jadi kalau kita melihat Mekah, Madinah bagi umat Islam itu sangat mulia sehingga semua orang yang ada di Mekah dan di Madinah terjaga untuk berbuat baik diharapkan ketika kembali dari Mekah dari Madinah umumnya yang haji dan umrah bisa mendapatkan aura kebaikan," tuturnya dalam channel Youtube Adi Hidayat Official.
Harapannya, setelah melaksanakan haji atau umrah akan memberikan perubahan karakter moral pada seseorang dari salah menjadi saleh dan dari buruk menjadi baik. "Jadi haji itu latihan kita mendekat kepada Allah SWT yang pancarannya melahirkan perbaikan karakter moral," tambahnya.
Demikian juga amalan-amalan di bulan Rajab yang diharapkan bisa kembali dilakukan atau ditebar pada bulan-bulan lain dan m...