Tiongkok dulu terkenal sebagai negara yang tertutup dengan dunia internasional. Hal ini khususnya terjadi pada era pemerintahan Mao Zedong. Di bawah kepemimpinan Deng Xiaoping, Tiongkok cenderung lebih terbuka pada dunia internasional, khususnya menyambut baik berbagai investasi yang masuk pasca diterapkannya kebijakan Gaige Kaifang atau Reformasi dan Keterbukaan. Kebijakan ini terus dilanjutkan oleh pemimpin-pemimpin berikutnya, yakni Jiang Zemin, Hu Jintao, hingga pemimpin saat ini yaitu Xi Jinping.
Pada 2010, Tiongkok telah mengukuhkan diri di posisi kedua ekonomi terbesar dunia. Meskipun perekonomian Tiongkok masih di bawah Amerika Serikat, namun kebangkitan Tiongkok selama empat dekade sejak Reformasi dan Keterbukaan tidak dapat diremehkan.
Menurut data Asia Power Index 2023 dari Lowy Institute, Amerika Serikat hanya lebih tinggi satu poin dalam aspek kapabilitas ekonomi dibandingkan Tiongkok. Skor kapabilitas ekonomi Amerika Serikat adalah 88, sementara Tiongkok 87.
Hal yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana cara Tiongkok dengan cepat dapat bangkit dan menjadi negara yang disegani, khususnya secara ekonomi, saat ini. Setidaknya ada tiga tahapan yang dilalui Tiongkok untuk membangun negaranya, yaitu ...