Khurma harus meminjam sepatu tetangganya untuk pergi ke Kota Pul-e Alam, untuk mendapatkan uang sumbangan yang dibagi-bagikan kepada semakin banyak warga Afghanistan yang berusaha bertahan hidup melewati musim dingin.
Dengan mengenakan burkak biru tipis, janda berusia 45 tahun itu menunggu pembagian uang sebesar 3.200 Afghanis, atau sekitar Rp703.000, dari Program Pangan Dunia (WFP) PBB di kota yang terletak di Afghanistan timur itu, di tengah udara yang kala itu berada di bawah suhu membeku.
“Kami putus asa,” ratap ibu enam anak itu kepada AFP. “Saat kami tidak menemukan roti, kami tidur dengan perut kosong.”
Ia adalah satu di antara jutaan orang Afghanistan yang mengalami kelaparan dan kedinginan selama berbulan-bulan, ketika bencana alam dan krisis pengungsian menyebabkan lebih banyak warga Afghanistan menjadi rentan, apalagi jumlah dana bantuan untuk salah satu negara termiskin di dunia yang dilanda perang berdekade-dekade itu k...