Jokowi Kaget Rasio Warga Berpendidikan Tinggi di RI Masih Rendah

Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Konvensi XXIX dan Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia. (YouTuve/Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peresmian pembukaan Konvensi Kampus XXIX & Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (15/1/2024). (YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peresmian pembukaan Konvensi Kampus XXIX & Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (15/1/2024). Dalam kesempatan itu, Jokowi menyoroti rasio penduduk berpendidikan tinggi terhadap populasi produktif.

"Rasio penduduk berpendidikan S2 dan S3 terhadap populasi produktif masih rendah sekali. Saya kaget, Indonesia di angka 0,45%. Negara tetangga kita Vietnam, Malaysia sudah di angka 2,43%, negara maju 9,8%. Jauh sekali," katanya.

Jokowi juga meminta meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim meningkatkan anggaran riset dan pengembangan sebelum penggantian presiden. Jokowi menilai keseriusan Vietnam dalam hal riset dan pengembangan.

"Artinya Pak Nadiem, anggarannya (riset dan pengembangan) diperbesar, gak apa-apa dimulai tahun ini nanti kan sudah ganti presiden," kata Jokowi.

Sehingga ketika terjadi penggantian presiden, Kemendikbudristek sudah lebih dahulu mengalokasikan anggaran untuk riset yang lebih besar.

"Tapi dimulai ...