Israel Krisis Pasukan Usai Batalyon Tentara Cadangan Tolak Perintah Perang di Gaza

TRIBUNNEWS.COM, TEL AVIV – Posisi Israel di Gaza kini semakin terdesak usai para tentara cadangan dari batalion perang menolak perintah Perdana Menteri Netanyahu Benyamin untuk melanjutkan invasi melawan Hamas di jalur Gaza.

Menurut laporan yang disiarkan radio lokal Qatar, Kan Reshet Bet, brigade baru Israel terancam bubar lantaran sebagian pasukan cadangan menolak panggilan perang Netanyahu. Tak sampai disitu, sejumlah pasukan dilaporkan kabur dari batalyon demi terhindar dari tugas perang melawan Hamas di jalur Gaza.

Adapun fenomena ini terjadi sejak awal November lalu. Awalnya para prajurit ditarik ke batalyon pusat untuk menerima pelatihan dengan tugas melaksanakan perlindungan di daerah sekitar Gaza dan Tepi Barat. Namun pemerintah mengubah misi mereka untuk melakukan serangan tempur ke Gaza.

“Ada orang yang berlatih tanpa seragam militer. Ada tentara yang awalnya tidak diberi baju atau sandal. Sarana yang tersedia tidak sesuai untuk pelatihan. Tidak dapat dimengerti bagaimana mereka ingin memasukkan kekuatan yang sepenuhnya tapi tidak memenuhi syarat ke Jalur Gaza,” ujar salah satu tentara.

“Pejuang cadangan yang dipanggil mengkritik keras kesenjangan serius dalam peralatan, profesionalisme, kurangnya tenaga kerja,” imbuh tentara itu.

Pemerintah Israel berdalih penarikan tentara cadangan adalah bagian dari transisi yang direncanakan dari tahap manuver intensif kampanye militernya di Gaza ke fase yang lebih bertarget hingga akhir tahun ini.

...